Kejadiaan kematian dalam masyarakat dari waktu ke waktu dapat memberi gambaran perkembangan derajat kesehatan masyarakat atau dapat digunakan sebagai indikator penilaian keberhasilan pelayanan kesehatan dan program pembangunan kesehatan lainnya. Tinggi rendahnya angka kematian, secara umum dipengaruhi erat dengan tingkat kesakitan golongan bayi, balita dan ibu maternal (hamil, melahirkan, nifas). Angka kematian yang cukup bervariasi dari tahun ke tahun dapat di lihat pada uraian dibawah ini :

1. Angka Kematian Bayi (Infant Motality Rate)

            Angka Kematian Bayi merupakan salah satu indikator yang sangat penting untuk mengukur keberhasilan program berbagai penyebab kematian maupun program kesehatan ibu dan anak sebab angka kematian bayi ini berkaitan erat dengan tingkat kesehatan ibu dan anak.

            Adapun target Angka Kematian Bayi menurut MDG’s tahun 2015 adalah 23/1.000 kelahiran hidup. Angka kematian bayi (IMR) per. 1.000 kelahiran hidup di Kabupaten Batu Bara cukup bervariasi dan cenderung terjadi kenaikan, dari tahun 2010 sampai dengan 2013 angka kematian bayi terus mengalami peningkatan, sedangkan pada tahun 2014 mengalami penurunan, namun belum mencapai target MDG’s tahun 2015.

            Tahun 2010 AKB sebesar 2,630/00  tahun 2011 jumlah kematian bayi 26 orang dari 7.422 kelahiran hidup atau (3,50 0/00 ). AKB ini naik dari AKB tahun sebelumnya, sedangkan pada tahun 2012 angka kematian bayi 52 dari 7.873 kelahiran hidup (6,60 0/00), Untuk tahun 2013 jumlah kematian bayi sebanyak 102 orang dari 8.479 kelahiran hidup (12,050/00) yang ada di Kabupaten Batu Bara, sedangkan tahun 2014 jumlah kematian bayi 40 dari 8.480 kelahiran hidup (4,720/00 ) mengalami penurunan dibanding dengan tahun 2013, dengan demikian AKB di Kabupaten Batu Bara sudah jauh dibawah angka nasional.

             Hal ini terjadi kerena beberapa hal, diantaranya peningkatan cakupan pelayanan Bumil (K1 dan K4), dan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang terus meningkat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table dan grafik dibawah ini :

 

 

TABEL 4.1.

ANGKA KEMATIAN BAYI DI KABUPATEN BATU BARA

TAHUN 2010 sd 2014

 

NO

TAHUN

JUMLAH

ANGKA KEMATIAN BAYI

KEMATIAN BAYI

KELAHIRAN HIDUP

1

2010

22

8.374

2,63

2

2011

26

7.422

3.50

3

2012

52

7.873

6.60

4

2013

102

8.479

12.05

5

2014

40

8480

 

 

GRAFIK 4.1.

2. Angka Kematian Balita (AKABA)

            Angka Kematian Balita adalah jumlah kematian Anak umur 0 – 4 tahun per 1000 kelahiran hidup. Angka kematian balita menggambarkan tingkat permasalahan kesehatan anak dan faktor - faktor lain yang berpengaruh terhadap kesehatan anak balita seperti gizi, sanitasi, penyakit infeksi dan kecelakaan.

            Menurut Renstra Kemenkes tahun 2015-2019, angka kematian anak balita menjadi 40/1000 kelahiran hidup. Berdasarkan hasil laporan rutin dapat dilihat bahwa nilai AKB  pada tahun 2010 adalah 0 0/00, tahun 2011 naik menjadi 0,380/00, pada tahun 2012 terjadi peningkatan kematian balita berjumlah 58 Jiwa atau sebesar 1,330/00, dan pada tahun 2013 juga terjadi peningkatan kematian balita sebanyak 63 jiwa atau sebesar 1,440/00. Sedangkan pada tahun 2014 terjadi penurunan jumlah kematian balita yaitu sebanyak 47 jiwa tetapi persentasenya meningkat menjadi 5,540/00.

            Hal ini memberikan gambaran tentang sistem informasi manajemen dan pelaporan kemungkinan telah berjalan dengan baik, dimana Angka kematian balita sudah tercapai selama tahun 2014 yaitu (47 per 1000 jumlah balita) untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.2 dan grafik di bawah ini :

TABEL 4.2.

ANGKA KEMATIAN BALITA DI KABUPATEN BATU BARA

TAHUN 2010 sd 2014

 

NO

TAHUN

JUMLAH BALITA

JUMLAH KEMATIAN BALITA

AKB (0/00)

 
 

1

2010

42.890

0

-

 

2

2011

42.444

16

0,38

 

3

2012

43.769

58

1,33

 

4

2013

43.806

63

1,44

 

5

2014

46.660

47

5,54

 
 

 

GRAFIK 4.2.

  1. Angka Kematian Ibu

Angka kematian ibu adalah jumlah kematian ibu pada masa kehamilan, melahirkan dan nifas per 100.000 kelahiran hidup. Menurut MDG’s tahun 2015, target untuk AKI yaitu sebesar 102/100.000 KH.

Namun untuk perkembangan AKI tidak cukup dengan jumlah, tetapi dengan angka.  Bila dilihat dari rata-rata yang didapat dari hasil laporan bulanan secaran rutin selama lima tahun terakhir ini cukup bervariasi, secara berturut-turut kembali ditampilkan angka-angka kematian ibu melahirkan tersebut, yakni pada tahun 2010 jumlah kematian ibu sebanyak 13 jiwa (155,65 per  100.000 Kelahiran Hidup).  Pada tahun 2011 jumlah kematian ibu sebanyak 12 jiwa (161,68 0/0000)  dan pada tahun 2012 terjadi peningkatan jumlah kematian ibu yaitu 16 jiwa (203,23 0/0000), sedangkan pada tahun 2013 terjadi penurunan jumlah kematian ibu sebanyak 11 jiwa (129,96 0/0000). Dan pada tahun 2014 kembali mengalami kenaikan yaitu  dari 8.480 kelahiran hidup terdapat 13 kematian ibu (153,30 0/0000).  Untuk lebih jelas dapat dilihat pada Tabel IV.3 dan grafik berikut ini :

 

TABEL 4.3.

TABEL KEMATIAN IBU DI KABUPATEN BATU BARA

TAHUN 2010 sd 2014

 

NO

TAHUN

JUMLAH KELAHIRAN HIDUP

JUMLAH KEMATIAN IBU

AKI (0/0000)

 
 

1

2010

8.352

13

155,65

 

2

2011

7.422

12

161.68

 

3

2012

7.873

16

203,23

 

4

2013

8.464

11

129,96

 

5

2014

8.480

13

153,30

 
 

 

 

 

 

 

 

GRAFIK 4.3.

 

  1. Angka Kematian Kasar ( Crude Death Rate)

            Angka kematian kasar adalah jumlah seluruh kematian tanpa memandang penyebab dan golongan umur per 1.000 penduduk pada tahun yang sama ini tidak dapat ditampilkan karena data tidak dapat diperoleh.