Angka kesakitan penduduk didapat dari data yang berasal dari masyarakat dan dari sarana pelayanan kesehatan yang dipeoleh dari laporan rutin melalui Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP), Sistem Pencatatan dan Pelaporan Rumah Sakit (SP2RS) dan Sistem Survei Terpadu (SST). Indikator yang digunakan untuk melihat kondisi kesehatan di suatu wilayah adalah incidence rate (IR) dan prevalence rate (PR).

Gambaran pola penyakit terbesar di Kabupaten Batu Bara tahun 2012, menunjukkan penyakit infeksi masih mendominasi. Berikut ini table IV 4.10 pola penyakit terbesar di Kabupaten Batu Bara Tahun 2012.

Urutan 10 Besar Penyakit Di Kabupaten Batu Bara Tahun 2012.

NO

JENIS PENYAKIT

Persentase (%)

1

ISPA

33,01

2

Penyakit Tekanan Darah Tinggi

14,32

3

Reumatik

10,75

4

Gastritis/Dyspepsia

9,47

5

Diare

7,94

6

Penyakit Kulit Alergi

7,74

7

Observasi Febris

5,42

8

Penyakit lain pada Saluran pencernaan

5,08

9

Tukak Usus 12 Jari/Lambung

3,57

10

Penyakit Kencing Manis

2,70


Penyakit Menular

Penyakit Menular Bersumber Binatang

Malaria

Penyakit malaria masih merupakan penyakit endemis di wilayah Kabupaten Batu Bara terutama pada Kecamatan yang berada pada daerah-daerah dataran rendah yang terletak di sepanjang Timur Kabupaten Batu Bara yakni : Kecamatan Medang Deras, Air Putih, Talawi, Tanjung Tiram, Lima Puluh dan Sei Suka.

Kejadian penyakit malaria berdasarkan laporan rutin cenderung menurun, hal ini dapat terlihat dari angka Annual Malaria Index (AMI) sebesar 5,63 per 1000 penduduk pada tahun 2006. tahun 2007 kembali terjadi penurunan sebesar 4,68 per 1000 Penduduk, sementara tahun 2008 kembali menurun sebesar 2,76 per 1000 Penduduk. Sedangkan pada tahun 2009 2,91 per 1000 penduduk. Sedangkan pada tahun 2012 terjadi kenaikan yang sangat tajam hal ini mungkin disebabakan karena adanya bantuan dana dari GF – ATM untuk program Malaria .Penderita Malaria dengan pemeriksaan Laboratorium sebesar 2,73 dari 1000 penduduk meningkat tajam sebesar 1,99 per 1000 penduduk. Untuk Tahun 2012 Angka rata-rata nasional IS 2012 AMI sebesar 2 per 1000 Penduduk, namun kewaspadaan terhadap penyakit ini perlu terus dilakukan mengingat kejadian berulang akan terjadi dengan kurun waktu 5 (lima) tahunan. Untuk jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini :

NO

TAHUN

KLINIS

,+ MALARIA

ANGKA KESAKITAN 1000 PDDK

KLINIS

,+ MALARIA

1

2008

1.329

153

3,56

0,41

2

2009

1.089

275

2,91

0,74

3

2010

 3.201

1.028

8,52

2,73

4

2011

 

3.201

275

2,91

0,74

5

2012

3.245

1122

8,63

2,98


Demam Berdarah Dengue (DBD)

Selama empat tahun ini angka kesakitan DBD berfluktuasi. Angka Insidence DBD secara nasional pada tahun 2012 adalah 2 per seratus ribu penduduk. Tahun 2008 meningkat dengan jumlah 47 kasus atau 12,57  perseratus ribu penduduk. Sedangkan pada tahun 2009 kasus DBD mengalami peningkatan yang tajam 93 kasus dan atau 24,88 per seratus ribu penduduk . Pada tahun 2010 mengalami peningkatan yang tajam atau sebesar  105 orang atau 27,93 per 100.000 penduduk. Pada tahun 2011 mengalami penurunan yang tajam atau sebesar  89 orang atau 23,68 per 100.000 penduduk, Pada tahun 2012 mengalami penurunan  sebesar  76 orang atau 20,22 per 100.000 penduduk. Untuk jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini :

NO

TAHUN

DBD

ANGKA KASUS 100.000PDDK

1

2008

47

           12,57

2

2009

93

           24,88

3

2010

105

           27,93

4

2011

89

           23,68

5

2012

75

           19,68


Penyakit Menular Langsung

Tuberculosis (TBC)

Penyakit TB Paru dengan BTA(+) yang masih merupakan masalah kesehatan masyarakat,  Tahun 2008 jumlah kasus 335 penderita tbc bta positif atau IR 89,61 per seratus ribu penduduk. Sedangkan pada tahun 2009 tbc bta positif sebanyak 335 kasus, tidak mengalami perubahan tapi pada kasus klinis mengalami penurunan yang sangat tajam. Hal ini disebabkan program tb paru telah menyebar luas di masyarakat. Pada tahun 2010 mengalami peningkatan kembali yaitu 464 bta Positif dan atau 122,44 dari 100.000 penduduk. Pada tahun 2011 mengalami peningkatan kembali yaitu 488 bta Positif dan atau 128,62 dari 100.000 penduduk. Pada tahun 2012 mengalami penurunan kembali yaitu 436 bta Positif dan atau 114,92 dari 100.000 penduduk.

Kasus TB-Paru dengan BTA+ yang ada kecenderungan terus meningkat dari tahun ketahun sebelumnya dan pada tahun 2009 ini untuk kasus tbc bta positif tidak mengalami peningkatan yang berarti, hal ini ada hubungannya dengan bantuan yang diberikan oleh WHO dalam rangka pemberantasan penyakit TB Paru, Kusta dan HIV/AIDS yang program ini sudah berlangsung selama 8 tahun sejak tahun 1996. Untuk jelasnya dapat dilihat dari tabel berikut ini :

NO

TAHUN

KLINIS

BTA (+)

ANGKA KESAKITAN 100.000 PDDK

KLINIS

BTA (+)

1

2008

3.810

335

1.019,16

89,61

2

2009

404

335

108,07

89,61

3

2010

5.912

464

1.572,82

123,44

4

2011

35

488

9,23

128,62

5

2012

449

436

118,34

114,92


Diare

Kabupaten Batu Bara merupakan daerah yang endemis diare, yang sepanjang tahun penyakit tersebut tetap ada, dimana penyakit ini masih merupakan penyebab utama kematian pada balita. Berdasarkan hasil pemantauan dari unit pelayanan dari unit pelayanan kesehatan berupa laporan rutin selama tahun 2008 berjumlah 3.324 kasus yaitu atau 8,89 per seribu penduduk. Tapi pada tahun 2009 mengalami peningkatan  yaitu sebesar 5.687 kasus dengan insiden rate 15,21 per seribu penduduk.

Pada Tahun 2010 mengalami peningkatan kembali sebesar 8.817 dengan insiden rate 23,46 per 1000 penduduk. Pada Tahun 2011 mengalami peningkatan kembali sebesar 8.817 dengan insiden rate 23,46 per 1000 penduduk. Pada Tahun 2012 mengalami peningkatan kembali sebesar 8.817 dengan insiden rate 23,46 per 1000 penduduk.  Namun kiranya hal ini  perlu adanya kewaspadaan yang menerus dalam bentuk SKDN – KLB, dikarenakan Kabupaten Batu Bara masih merupakan daerah endemis. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini :

NO

TAHUN

DIARE

ANGKA KASUS 1000 PDDK

1

2008

              3.324

            8,89

2

2009

              5.687

           15,21

3

2010

              8.817

           23,46

4

2011

              16.049

           42,70

5

2012

              4.270

            11,36


Penyakit Menular yang dapat dicegah Immunisasi

Difteri

Penyakit difteri adalah penyakit menular akut yang menyerang bayi (0 – 1thn) serta sebagian besar anak yang tidak mendapat vaksinasi DPT pada kelompok umur 1 – 4 tahun dengan penyebab penyakit adalah Coryne Bacterium Diphteriae. Jumlah kasus dan Angka Insidence per 1000 penduduk kelompok umum > 1 tahun dan 1 – 4 tahun, dari laporan yang masuk secara rutin tahun 2008 – 2012 tidak lagi dijumpai kasus Defteri yang terlapor di unit pelayanan pemerintah.

Pertusis

Penyakit pertusis merupakan penyakit menular akut pada saluran pernapasan, ditemui pada anak dengan kelompok umur kurang dari 5 tahun. Tahun 2008 sampai 2012 tidak lagi dijumpai kasus pertusis yang terlapor diunit pelayanan kesehatan tingkat pertama dan rujukan.

Tetanus

Tetanus adalah penyakit yang disebabkan oleh basil clostridum tetani. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja tanpa memandang kelompok umur atau strata ekonomi. Bila dilihat dari angka Insidence tahun 2008 s/d 2012 kelihatannya penyakit ini tidak ada terlapor ke tingkat Kabupaten berarti kasus tetanus sudah tidak ada, namun kemungkinan besar tidak terlapor.

Tetanus Neonatorum

Penyakit tetanus yang terjadi pada bayi (bayi kurang dari 1 bulan) disebut dengan Penyakit Tetanus Neonatorum. Upaya pencegahannya telah dilakukan melalui program immunisasi rutin dengan pemberian TT pada wanita usia subur, pemeriksaan kehamilan sekaligus pemberian imunisasi TT dan imunisasi saat sweeping. Kasus tetanus neonatorum sampai saat ini tidak dijumpai.

Polio

Penyakit polio yang telah merupakan kesepakatan global dimana seharusnya Indonesia telah bebas Polio pada tahun 2000 yang ditandai dengan pemberian sertifikasi bebas polio oleh WHO, namun kenyataannya sampai saat ini Indonesia belum lagi bebas dari Polio yang membawa dampak program imunisasi polio masih harus tetap berjalan.

Campak

Penyakit campak merupan penyakit akut yang mudah menular dan sebagian besar penderita meninggal karena terjadinya komplikasi seperti radang paru, radang otak dan berak-berak, sebagian besar kematian dapat dicegah dengan penanganan kasus yang baik. Kasus penyakit campak pada tahun 2009 yang dilaporkan sebanyak 46 kasus. Pada Tahun 2010 dijumpai sebanyak 30 orang dan Kasus terbanyak di jumpai pada Puskesmas Pagurawan kecamatan Medang Deras yaitu 15 orang dan Kasus meninggal pada tahun 2012 di jumpai 24 kasus campak.

Hepatitis B

Penyakit Hepatitis dapat menyerang semua orang, melalui sistem surveilance terpadu didapat gambaran bahwa penyakit hepatitis dari tahun 2007 di Kabupaten Batu Bara tidak ditemukan kasus sedangkan pada tahun 2008 sampai dengan 2012 juga tidak ditemukan ditemukan kasus. Ini menunjukan bahwa kasus ini belum ditemukan, namun pun begitu Sistem surveilance harus tetap waspada dan  berkoordinasi.