Berbagai usaha dalam mengatasi masalah gizi telah dilakukan melalui pogram usaha perbaikan gizi keluarga (UPGK) pemberian makanan tambahan (PMT) pemberian kapsul vitamin A, pembeian tablet Fe, dan kapsul jodium untuk daerah rawan Gangguan Akibat Iodum (GAKI). Sebagai indikator terhadap status gizi bayi dipergunakan angka berat badan lahir rendah (BBLR) dan terhadap Balita dengan menggunakan indikator balita kurang energi protein (KEP) dengan skala likert ( gizi buruk, kurang, baik dan lebih). Status gizi pada bayi BBLR dan balita di bawah garis merah (BGM) dapat dilihat pada uraian dibawah ini :

Bayi dengan BBLR

Status gizi bayi dengan menggunakan indikator persentase Berat Badan Lahir Renda (BBLR) di Kabupaten Batu Bara belum dapat memberikan gambaran sepenuhnya mengingat sistem pencatatan dan pelaporan yang belum berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil pencatatan yang dilakukan secara rutin ditingkat puskesmas yang dilaporkan ke tingkat kabupaten dapat kita lihat persentase bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) selama tiga tahun belakangan ini menunjukkan fluktuasi.

Pada tahun 2008 kasus kembali meningkat hingga mencapai 48 kasus (0,560/0) atau meningkat hingga 1,5 dari tahun sebelumnya. Sedangkan pada tahun 2009 mengalami penurunan, BBLR  35 kasus atau 0,43 % dari 8139 jumlah bayi lahir hidup. Dan pada tahun 2010  kembali mengalami penurunan , BBLR  27 kasus dari 8352 jumlah kelahiran hidup. Dan pada tahun 2011  kembali mengalami penurunan , BBLR  24 kasus dari 7422 jumlah kelahiran hidup. Dan pada tahun 2012  kembali mengalami penurunan , BBLR  23 kasus dari 7873 jumlah kelahiran hidup  Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel  dan grafik di bawah ini :

NO

TAHUN

JUMLAH LAHIR HIDUP

BBLR

%

1

                2.008

              8.530

48

              0,56

2

                2.009

              8.139

35

              0,43

3

                2.010

              8.352

27

              0,32

4

                2.011

   7.422

24

              0,32

5

                2.012

              7.873

23

              0,29


Balita dibawah Garis Merah (BGM)

Tahun 2008 adalah dari jumlah balita yang ditimbang 39.476 terdapat 78 BGM atau 0,20%. Sedangkan untuk tahun 2009 mengalami peningkatan persentase Balita BGM yaitu 122 atau 0,41 % dari 29.476 dari balita yang ditimbang.untuk tahun 2010 mengalami peningkatan persentase Balita BGM yaitu 122 atau 0,41 % dari 29.476 dari balita yang ditimbang . Sedangkan untuk tahun 2012 mengalami peningkatan persentase Balita BGM yaitu 381 atau 1,15 % dari 32.988 dari balita yang ditimbang

Sementara target Nasional Indonesia Sehat 2012 adalah 15%. Pada tahun 2012 jumlah Balita dengan BGM tidak di hitung karena Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel IV 6 dan grafik di bawah ini :

NO

TAHUN

JUMLAH BALITA DI TIMBANG

BALITA BGM

%

1

2008

             39.476

               78

              0,20

2

2009

             29.476

             122

              0,41

3

2010

             39.476

               78

              0,20

4

2011

             29.476

             122

              0,41

5

2012

             29.476

             122

              0,41


Cakupan distribusi vitamin A

Penanggulangan masalah kekurangan vitamin A dengan pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi pada anak balita dan ibu nifas merupakan program yang masih terus dilaksanakan karena merupakan kesepakatan Nasional. Pemberian kapsul vitamin A dalam pelaksanaannya diintegrasikan dengan kegiatan Upaya Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK) dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) melalui Posyandu dan Puskesmas. Cakupan pendistribusian vitamin A pada anak balita mengalami naik turun dimana tahun 2008 cakupan vitamin A sebesar 74,45% . Sedangkan tahun 2009 mengalami peningkatan kembali pendistribusi capsul vitamin A 33.178 balita (77,36%) dari 42.890 balita yang ada. Pada tahun 2010 cakupan pemberian vitamin A untuk Anak Balita sebanyak 83,07 % dengan sasaran 32.512 anak dengan realisasi 27.008 anak.

Pada tahun 2011 cakupan pemberian vitamin A untuk Anak Balita sebanyak 83,07 % dengan sasaran  anak dengan realisasi 27.008 anak. Pada tahun 2012 cakupan pemberian vitamin A untuk Anak Balita sebanyak 73,91 % dengan sasaran 42.444 anak dengan realisasi 24.047 anak. Untuk tahun depan lebih diupayakan agar dapat mencapai target IS 2012 dengan cakupan distribusi Vitamin A mencapai 90%, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tablet dan grafik di bawah ini :

NO

TAHUN

JUMLAH BALITA

YANG MENDAPAT VIT.A

%

1

2008

             38.985

         29.024

             74,45

2

2009

             42.890

         33.178

             77,36

3

2010

             32.512

         27.008

             83,07

4

2011

             42.444

         24.047

             56,66

5

2012

             43.769

         32.348

             73,91


Persentase Ibu Hamil yang Mendapat Tablet Besi (Fe1) dan (Fe3)

Upaya penanggulangan kasus anemia gizi dengan pemberian tablet dan sirup besi diprioritaskan pada kelompok rawan gizi yaitu ibu hamil dan balita. Berdasarkan hasil laporan yang diterima menunjukkan bahwa cakupan pendistribusian tablet besi pada ibu hamil mengalami kenaikan dimana tahun 2008 dari 9.713 ibu hamil yang mendapat tabel Fe1 sebanyak 9679 (99,65%) sementara Fe3 sebanyak 8.815 (90,75%). Untuk Tahun 2009 mengalami peningkatan F1 sebanyak 9277 (96,22%) sementara F3 8983 (93,17%).  Dan pada tahun 2010 cakupan F1 sebanyak 91,57% (8.514) dan F3 sebanyak 82,05% (7.629) .

Dan pada tahun 2012 cakupan F1 sebanyak 93,13 % (8.157) dan F3 sebanyak 87,95 % (7.704) Persentase ini sudah mencapai angka nasional IS 2012 sebesar 90% untuk F1 dan F3 belum mencapai 90% dari tarbet yang di harapkan . Untuk lebih jelas dapat di lihat pada tabel berikut ini :

NO

TAHUN

JUMLAH BUMIL

FE 1

%

FE 3

%

1

2008

9.713

           9.679

             99,65

       8.815

       90,75

2

2009

9.641

           9.277

             96,22

       8.983

       93,17

3

2010

9.298

           8.514

             91,57

       7.629

       82,05

4

2011

8.722

           8.234

             94,40

       7.770

       89,09

5

2012

8.760

           8.157

             93,12

       7.704

       87,95


Persentase Kecamatan Bebas Rawan Gizi

Kecamatan bebas rawan gizi adalah Kecamatan dengan prevalensi Gizi Kurang dan Gizi buruk pada balita < 15%. Di Batu Bara di katakan bebas rawan gizi karena untuk mendapatkan data tersebut harus melalui survey, sementara survey itu tidak pernah dilakukan karena dananya tidak ada.